Mahasiswa Undip Menjadi Speaker Dalam Konferensi Internasional Marlispace 2026 Di Vietnam

Nur Shafika, Mahasiswa Magister Ekonomi

Vietnam, Maret 2026 – Mahasiswa Magister Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (UNDIP), Nur Shafika, berpartisipasi sebagai speaker dalam International Conference on Marine Litter Prevention and Sustainable Practices towards a Circular Economy (MARLISPACE 2026) yang diselenggarakan pada tanggal 6-8 Maret 2026 di Nha Trang University, Vietnam.

Pada konferensi internasional tersebut, Nur Shafika mempresentasikan paper berjudul “Balancing Economic and Environmental Performance of Coastal Waste Management: A Circular Economy Assessment in Karimunjawa”. Penelitian ini mengangkat isu strategis terkait pengelolaan sampah pesisir dalam kerangka ekonomi sirkular, dengan fokus pada fenomena circular value loss di kawasan wisata Karimunjawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesatnya perkembangan pariwisata bahari di Karimunjawa memberikan tekanan signifikan terhadap sistem pengelolaan sampah pesisir. Dari sekitar 90 unit akomodasi, timbulan sampah mencapai ±2,5 ton per hari (±27,8 kg/unit/hari), yang didominasi oleh plastik (62%) serta kertas dan tisu (25%). Sementara itu, sekitar 600 rumah tangga menghasilkan ±3 kg sampah per hari, yang sebagian besar masih dikelola melalui pembakaran terbuka.

Dari sisi ekonomi sirkular, penelitian ini menemukan bahwa tingkat pemulihan sumber daya (resource recovery rate) masih sangat rendah, yaitu sekitar 0,2%, dengan kapasitas pengolahan plastik hanya ±5 kg per hari. Padahal, potensi nilai ekonomi material yang dapat dipulihkan mencapai sekitar Rp5,75 juta per hari, namun realisasi pemanfaatannya hanya sekitar Rp150 ribu per hari. Hal ini mengakibatkan circular value loss sebesar ±Rp5,6 juta per hari, yang menunjukkan bahwa pengelolaan sampah pesisir masih diposisikan sebagai cost center daripada sebagai sumber nilai ekonomi.

Temuan ini menegaskan urgensi penguatan sistem pengelolaan sampah melalui investasi teknologi pemulihan, perluasan layanan persampahan, serta integrasi pendekatan ekonomi sirkular dalam tata kelola pariwisata pesisir. Selain berdampak pada efisiensi ekonomi, langkah tersebut juga penting untuk mengurangi risiko pencemaran laut, emisi dari pembakaran terbuka, serta degradasi kualitas lingkungan wilayah kepulauan. Konferensi MARLISPACE 2026 sendiri menjadi forum ilmiah internasional yang mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan pembuat kebijakan untuk membahas isu global terkait pencegahan sampah laut dan praktik berkelanjutan menuju ekonomi sirkular. Partisipasi aktif sebagai speaker dalam forum ini menjadi wujud kontribusi nyata mahasiswa UNDIP dalam diskursus global berbasis riset.

Keikutsertaan ini juga mendukung upaya Universitas Diponegoro dalam mewujudkan World Class University, sekaligus berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dan SDG 14 (Ekosistem Laut). Sebagai tindak lanjut, hasil penelitian dan pengalaman selama konferensi akan disebarluaskan melalui publikasi ilmiah, laporan kegiatan, serta forum akademik di lingkungan universitas guna memberikan manfaat yang lebih luas bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kebijakan pengelolaan lingkungan pesisir di Indonesia.